Wednesday, 7 October 2009

HIV / AIDS

Kasus HIV/AIDS di Indonesia Terus Meningkat

Menurut catatan UNAIDS, saat ini di dunia terjadi peningkatan jumlah orang dengan HIV/AIDS dari 36,6 juta orang pada tahun 2002 menjadi 39,4 juta orang pada tahun 2004. Sedangkan di Asia diperkirakan mencapai 8,2 juta orang dengan HIV/AIDS, 2,3 juta di antaranya adalah perempuan (UNAIDS, 2004).
SITUASI HIV/AIDS DI INDONESIA
  • Di Indonesia, diperkirakan epidemi HIV/AIDS akan terus mengalami peningkatan, ada 12-19 juta orang rawan untuk terkena HIV dan diperkirakan ada 95.000-130.000 penduduk yang tertular HIV (Depkes, 2004).
  • Sejak pertama kali kasus HIV dilaporkan di Indonesia pada tahun 1987, jumlah kasus HIV/AIDS meningkat dengan cepat, data terbaru menunjukkan sampai tanggal 31 Desember 2004 secara kumulatif, terdapat 3368 kasus HIV dari 30 provinsi dan 2682 kasus AIDS dari 29 provinsi (Depkes, 2004).
  • Di Jakarta, kasus baru infeksi HIV mencapai lebih dari 100 pasien per bulannya.

  • Faktor yang sangat berpengaruh pada penularan HIV/AIDS adalah perilaku seks berisiko tinggi, makin maraknya industri seks, kian banyak pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif ( NAPZA) suntik, serta kemiskinan.

HIV/AIDS DAN NARKOBA: EPIDEMI KEMBAR
  • Estimasi pengguna narkoba adalah 1,3-2 juta orang sedangkan estimasi pengguna narkoba suntik di Jakarta adalah 1 juta orang (Reid G, 2002). Dari 30-93% pemakai narkotika terinfeksi HIV, terutama pengguna narkotika suntik.

Tabel 1. Data pada pengguna narkoba suntik

Estimasi jumlah pengguna narkoba

1,3 – 2 juta
Estimasi jumlah pengguna narkoba suntik
Lebih dari 1 juta
Jenis narkoba yang digunakan
Heroin, methamphetamine, marijuana, ecstasy, cocaine, benzodiazepines, lem aibon untuk dihisap
Jenis narkoba yang disuntikkan
Heroin, metamphetamine, benzodiazepines
Estimasi jumlah yang terinfeksi HIV pada pengguna narkoba suntik (Injecting Drug Users/IDUs)
Pada tahun 2001, 19% dari total kasus terinfeksi HIV adalah pada pengguna narkoba suntik

Sumber: Reid & Costigan. Revisiting ‘The Hidden Epidemic’ – a situation assessment of drug in Asia in the context of HIV/AIDS, Burnet Institute & The Centre For Harm Reduction, January 2002.

  • Adanya peningkatan jumlah pengguna narkoba pada perempuan (biasanya 8-20% dari total keseluruhan), walaupun pengguna narkoba laki-laki tetap tertinggi (UNAIDS, 2004)
  • Organ reproduksi perempuan lebih rentan tertular HIV dibandingkan organ reproduksi laki-laki karena berada di bagian dalam tubuh. Bagian dalam vagina berselaput lendir dan memiliki lipatan-lipatan yang membuat penampang vagina menjadi lebih luas sehingga lebih rentan terinfeksi HIV dibandingkan organ reproduksi laki-laki. Hubungan seksual melalui vagina disertai kekerasan lebih berpotensi menimbulkan luka pada organ reproduksi perempuan. Luka itu menjadi pintu masuk bagi HIV yang berada dalam cairan sperma ke tubuh perempuan. Statistik memperlihatkan, perempuan 2-4 kali lebih rentan tertular HIV/AIDS dibandingkan laki-laki. (Kompas, 24 November 2004)
KONTRASEPSI DAN HIV/AIDS
  • Survei tentang HIV/AIDS yang digelar Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan, tahun 2002, mendapatkan data 3 juta lelaki di 10 propinsi di Indonesia yang menjadi pelanggan perempuan pekerja seks komersial (PSK). Hanya sedikit sekali yang menggunakan kondom ketika kontak seks dengan PSK. Harus dicatat angka ini belum mewakili keadaan sesungguhnya karena survei hanya mencakup orang-orang yang relatif mudah dijangkau, misalnya sopir truk, pekerja bangunan dan kalangan ekonomi lemah lainnya karena kesulitan melakukan survei pada pegawai negeri, politisi, orang kantoran, atau pengusaha papan atas (Tempo, Edisi 6, 12 Desember 2004).
  • Data tersebut menjelaskan setidaknya ada 3 juta laki-laki berisiko tinggi terhadap HIV karena perilaku seksual mereka. Pada saat bersamaan, tiga juta lelaki ini menempatkan jutaan orang lain – istri, pacar, bayi-bayi yang dikandung istri, dan juga pelacur baik perempuan maupun lelaki – pada risiko terinfeksi HIV pula.
  • Pada tahun 2002-2003, survei lain digelar untuk memotret perilaku seks lelaki dewasa di 10 provinsi di Indonesia. Hasilnya, dari 3.851 responden, terdapat 16% responden yang tidak melakukan hubungan seks (abstinen) dan 32,8% yang melakukan seks hanya dengan satu pasangan. Sisanya 51%, aktif berhubungan seks dengan lebih dari seorang perempuan. Bahkan tercatat ada 18% responden yang aktif berhubungan seks dengan sembilan orang dalam setahun terakhir.
  • Survei Departemen Kesehatan, tahun 2003, memastikan bahwa, 80% pecandu narkoba suntik rajin membeli seks dari pekerja seks dan melakukan HUS tanpa kondom.
ANTISIPASI & PENANGGULANGAN
  • Saat ini pemerintah tengah mengembangkan obat anti retro viral yang diharapkan dapat terjangkau, selain itu dengan penyuluhan mengenai penyebaran HIV, bahwa bila terkena HIV maka bisa mempengaruhi keluarganya. Masyarakat juga harus ikut terlibat dan sadar akan bahaya AIDS.
  • Untuk penanggulangan AIDS ini dana yang dibutuhkan sangat tinggi, tahun 2004 sampai tahun 2005 ada penambahan empat kali dari 4 milyar menjadi 16 milyar, pemerintah mengungkapkan akan terus mengusahakan agar dana untuk penanggulangan dapat terus bertambah.(Kompas, 15 Februari 2004)

Thursday, 12 February 2009

Jurnalistik

I. REPORTASE
1.alat yang diperlukan dalam melakukan reportase antara lain :
  • - Tape recorder, untuk merekam narasumber.
  • - Buku kecil, digunakan untuk mencatat hal penting.
  • - Naskah pertanyaan.
  • - Hp, untuk melaporkan dari tempat kejadian, bila akan disiarkan langsung.
** Sebelum melakukan reportase kondisi peralatan harus diperiksa dan dicek, yaitu dengan cara :
  • Memastikan alat rekam dan kasetnya berfungsi dengan baik.
  • Memastikan baterainya masih bagus, jika ragu pasang yang baru dan menyiapkan cadangan.
  • Memastikan kaset terletak pada posisi atau jalur yang tepat.
  • Masukan kaset kedalam tape recorder.
  • Senantiasa bersiap siaga menekan tombol "rekam" dan "pause".
  • Mematikan tombol "pause" dan "rekam" beberapa saat untuk percobaan.
  • Selalu mendengarkan kembali rekaman percobaan dan menyakinkan bahwa level suara dalam kondisi yang baik.
2. Sebelum melakukan reportase kita harus melakukan persiapan yaitu menentukan tim work, dan crews.
  • PRODUSER - UM - PA - PT - ANCHOR - LOGISTIK
  • Membuat rundown (susunan acara).
3. Sebelum melakukan reportase, kita harus :
  • Menentukan topik
  • Daftar pertanyaan
  • Narasumber
  • Tempat untuk wawancara
4. Sebelum mulai rekaman harus :
  • Menyeting kaset.
  • Mengecek batre dan tape recorder serta posisi.
  • Tempat untuk melakukan wawancara.
  • Durasi.
5. Sebelum disajikan kita harus :
  • Mengedit kembali sebelum disiarkan
  • Menentukan durasi
  • Apakah akan disiarkan langsung atau tidak langsung.


II. TEHNIK WAWANCARA
1. Sebelum wawancara kita harus :
  • Menentukan topik.
  • Daftar pertanyaan .
  • Narasumber.
  • Durasi.
  • Tempat untuk wawancara.
2. Jenis wawancara antara lain :
  • Wawancara berita (News-peg interview).
  • Wawancara jalanan (Man in the Street interview).
  • Wawancara pribadi (personal interview).
  • Wawancara sambil lalu (casual interview doorstop interview).
  • Wawancara tertulis (written interview).
  • Wawancara emosional (Emotional interview).
  • Wawancara menghibur (entertaint interview).
  • Wawancara pro-kontra atau menantang (challenging inteview).
3. Persiapan sebelum wawancara adalah :
  • Menentukan tim work.
  • PRODUSER - UM - PA - PT - ANCHOR - LOGISTIK.
  • Tape recorder.
  • Buku kecil untuk mencatat hal-hal yang penting.
  • Rundown.

Tuesday, 27 January 2009

E-Jurnalistik

Tulisan ini saya copy dari
http://samiranshamir.wordpress.com/2008/12/13/uas-jurnalisme-online-vs-jurnalisme-konvensional/
Jurnalisme Online Versus Jurnalisme Konvensional

LATAR BELAKANG

Jurnalisme pada umumnya dapat diartikan sebagai kegiatan dalam mengumpulkan, menulis, menyunting dan menyebarkan berita kepada khalayak atau masyarakat luas. Jurnalisme tidak bisa dilepaskan dengan masalah media, karena media merupakan institusi sedangkan jurnalisme sendiri adalah seperangkat pengetahuan yang membahas seluk-beluk kegiatan yang memungkinkan institusi tersebut hadir dan berfungsi dalam masyarakat.

Kegiatan dalam jurnalisme itu sendiri pada intinya adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas informasi., sedangkan media yang digunakan dapat berupa media cetak, maupun media elektronik. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, berita / informasi tidak hanya bisa kita dapatkan lewat media cetak seperti suratkabar, majalah, dsb maupun media elektronik seperti televisi dan radio, namun internet yang dipandang sebagai media interaktif juga dapat berfungsi sebagai media yang menyediakan berbagai informasi di dalamnya termasuk berita.

Dewasa ini, setiap orang bisa menulis berita dengan bebas melalui media internet. Baik yang merupakan wartawan sungguhan dan mempunyai lembaga resmi, maupun hanya wartawan “bo’ong-bo’ongan” yang merupakan personal individu yang tidak mempunyai lembaga resmi namun juga dapat menulis berita lewat internet. Rasa tidak puas akan informasi yang diperoleh masyarakat lewat media cetak maupun elektronik berupa televisi, serta kemudahan yang disediakan fasilitas internet untuk mengakses segala informasi dan menulis berita lewat internet, salah satunya adalah lewat situs weblog yang kita ketahui selama ini, menjadi salah satu penyebab munculnya apa yang disebut jurnalisme online yang kedudukannya dapat menggeser atau mempengaruhi jurnalisme tradisional atau konvensional tersebut.

Makalah ini akan berisi mengenai opini-opini saya mengenai keberadaan jurnalisme online, dimana keberadaannya dapat menggeser, mempengaruhi atau bahkan menjadi sebuah persaingan dengan media tradisional seperti media cetak dan media elektronik lainnya yang didalamnya menyajikan suatu jurnalisme konvensional.

PEMBAHASAN

Perkembangan tekhnologi komunikasi dan informasi di Indonesia saat ini memang berkembang dengan pesat, terutama di bidang elektronik. Kegiatan Jurnalisme saat ini pun bukan saja dilakukan melalui media cetak, namun dengan media elektronik juga telah hadir, dalam hal ini yang dimaksud adalah media internet atau e jurnalisme. Suatu kegiatan jurnalisme yang menggunakan komputer / internet sebagai media utamanya. Menurut saya hadirnya atau dengan adanya jurnalisme online ini sangat bagus sekali dengan perkembangan dunia jurnalistik pada umumnya. Kegiatan dalam mencari, mengumpulkan dan mengolah berita tidak hanya dilakukan dengan media cetak saja, namun dengan media internet juga dapat dilakukan, hal ini dapat memudahkan seorang jurnalis untuk dapat bekerja cepat dengan media internet tersebut. Selain berita yang ditampilkan bersifat fresh / selalu baru, pesan yang ditampilkan didalamnyapun bersifat menarik.

Dengan jurnalisme online ini, siapa saja dapat menulis berita dan melaporkan suatu kejadian atau peristiwa penting lewat internet tersebut. Memang untuk sebagian adalah merupakan lembaga resmi jurnalistik yang mempunyai situs sendiri dalam melaporkan berita-beritanya, namun untuk kalangan masyarakat / individu yang bukan “siapa-siapa” dalam arti bukan wartawan, bukan juga seorang editor maupun pekerja media, tetap dapat menuliskan berita lewat internet tersebut.

Pesta blogger yang terjadi di Indonesia, juga memunculkan wacana seputar citizen journalism ( jurnalisme warga ). Berkat kemajuan teknologi tersebut, dimulailah era baru dalam jurnalisme, yakni open source reporting. Sekarang, siapa saja bisa melaporkan apa saja yang dilihatnya, atau yang ingin dikatakannya. Berita, opini, reportase, sampai curhat yang sangat pribadi, semua bisa dibagi kepada yang lain. Tidak perlu menunggu wartawan menjemput dan tidak perlu menjadi somebody agar dilirik media.

Kondisi seperti ini, menurut saya sangat tidak nyaman sekali dipandang atau ditampilkan sebagai suatu berita lewat media internet tersebut. Kredibilitas jurnalis warga tersebut serta kualitas pelaporan perlu dipertanyakan. Mereka belum tentu mempunyai kemampuan yang benar-benar mendalam mengenai bagaimana penulisan berita yang baik serta aturan-aturan lain yang menyangkut dengan kode-kode etik jurnalistik.

Memang benar, adanya jurnalisme warga ini menambah wawasan dan kekayaan dalam dunia jurnalistik, namun dalam ruang beritanya sendiri, masih sangat banyak wartawan ataupun pewarta berita yang menulis asal-asalan, bias dalam melaporkan fakta, merekayasa data, dan mengedepankan sensasi demi kejaran oplah atau peringkat. Sedangkan citizen journalist sendiri, jika ingin serius jadi pewarta warga yang beritanya ditanggapi dengan baik, tidak bisa asal-asalan mem-publish. Apapun latar belakangnya, mereka seharusnya perlu melengkapi diri dengan amunisi seorang jurnalis pada umumnya. Kemampuan menulis, keteraturan berlogika, syukur-syukur bisa membangun integritas lewat komitmen pada publik. Dengan begitu adanya jurnalisme warga ini, bukan hanya menjadi sebuah “permainan” berita yang dapat menyestkan masyarakat / publik.

Media internet sendiri, sebagai suatu media baru (new media ), pada gilirannya juga telah menghadirkan sekian macam bentuk jurnalisme yang sebelumnya tidak kita kenal yaitu “jurnalisme warga” yang telah saya singgung tadi. Dengan biaya relatif murah, kini setiap pengguna internet pada dasarnya bisa menciptakan media tersendiri. Mereka dapat melakukan semua fungsi jurnalistik sendiri, mulai dari merencanakan liputan, meliput, menulis hasil liputan, mengedit tulisan, memuatnya dan menyebarkannya di berbagai situs internet atau di weblog yang tersedia gratis.

Dengan demikian, praktis sebenarnya semua orang yang memiliki akses terhadap internet sebenarnya bisa menjadi “jurnalis dadakan” meski tentu saja kualitas jurnalistik mereka masih bisa diperdebatkan. Yang jelas, orang tersebut tidak dituntut harus lulusan sarjana Ilmu Komunikasi atau sekolah jurnalistik untuk menjadi seorang “jurnalis dadakan” di dunia maya tersebut. Sebagai contoh, seinget dan setahu saya, berita pertama soal bencana Tsunami di Aceh pada Desember 2005 yang lalu, justru muncul dan diketahui publik lewat blog pribadi di internet, jadi tidak melalui saluran-saluran media yang konvensional. Dapat dikatakan, kehadiran jurnalisme warga ini juga telah menjadi tantangan bagi jenis “jurnalisme mapan” yang diterapkan di media-media konvensional seperti suratkabar, majalah, radio dan televisi.

Dengan jurnalisme online ini, menurut saya memang menguntungkan bagi beberapa pihak saja namun tidak untuk semua masyarakat yang tidak mengetahui dan tidak mengerti tentang keberadaan jurnalisme online tersebut ( belum dapat dikatakan efektif ). Di lain sisi, kemunculan jurnalisme online memang memudahkan kerja wartawan atau pekerja media dalam menyampaikan berita-beritanya, namun masih banyak juga kekurangan-kekurangan yang ada dalam jurnalisme online tersebut.

Selain hal-hal yang saya utarakan tersebut di atas, keberadaan jurnalisme online jika dibandingkan dengan jurnalisme konvensional jelas berbeda sekali. Dalam jurnalisme konvensional, mengandung unsur-unsur seperti Timelines atau termassa, Proximity atau kedekatan, Impact atau dampak, Magnitude, Conflict, Kemajuan, dan Manusiawi. Para jurnalis dalam jurnalisme konvensial ini juga hanya dibekali dengan pengetahuan yang elementer dan dikenal dengan 5W + 1H. Berita dianggap elementer bila didalamnya terdapat what, who, when, where, why, dan how. Serta dalam jurnalisme konvensional ini baru memaparkan reportase faktual, bersifat linier dan hanya dari satu dimensi saja. Penulisan berita jurnalisme konvensional ini juga menganut sistem piramida terbalik, diawali dengan berita-berita yang penting dan hingga akhirnya berita yang kurang penting / tidak penting.

Dengan pengertian yang sederhana semacam itu, bisa dikatakan bahwa jurnalisme konvensional adalah jurnalisme yang mendasar dan “manual” serta menurut kaidah-kaidah yang berlaku. Jurnalisme konvensional yang hanya memaparkan reportase faktual dan bersifat linier serta hanya dari satu dimensi saja, ini berarti berita yang ditampilkan atau disuguhkan benar-benar sebuah berita yang mendalam. Wartawan selain terjun / turun langsung ke lapangan, mereka juga memiliki ketrampilan serta kemampuan tertentu dalam mengolah fakta menjadi sebuah berita.

Berbeda sekali dengan jurnalisme online, pelaku / wartawan media online tidak harus selalu turun ke lapangan untuk mendapatkan berita, serta proses yang dilakukan dalam menyampaikan berita melalui media internet, tidak serumit seperti yang terjadi dalam jurnalisme konvensional misalnya saja media cetak seperti suratkabar maupun televisi. Kemampuan tekhnis yang dimiliki seorang pekerja media konvensional tidak hanya terbatas pada pengolahan kata-kata / fakta menjadi sebuah berita, tetapi juga penggunaan atau pengoperasian alat-alat teknis seperti kamera dsb juga teruji, tidak seperti pada jurnalisme online yang selain benyaknya wartawan “amatiran / dadakan”, mereka juga belum tentu memiliki kemampuan dan ketrampilan seperti yang dimiliki pekerja media konvensional.

Dalam jurnalisme konvensional, wartawan juga dituntut untuk memiliki kemampuan / kepekaan terhadap situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan. Perjuangan serta proses yang dilakukan dalam mencari, mengolah sampai menyebarkan berita juga tidak semudah dan se-simple seperti yang terjadi dalam jurnalisme online.

Unsur-unsur yang ada dalam jurnalisme konvensionalpun, belum tentu tercantum juga dalam jurnalisme online. Kelengkapan berita, penyusunan / pemilihan kalimat dalam berita, serta tahapan-tahapan dalam mendapatkan dan menulis berita juga sangat berbeda sekali. Menurut saya, walaupun jurnalisme konvensional adalah suatu jurnalisme yang bisa dikatakan sebagai jurnalisme yang “manual” atau tua, serta media yang digunakan tidak terlalu “mewah” seperti internet, namun keberadaannya perlu diakui dan diacungi jempol sebagai suatu jurnalisme yang telah mendasar, pertama dibandingkan dengan jurnalisme online.

Di Indonesia sendiri, sangat disayangkan bahwa peran pemerintah dalam menanggapi keberadaan media jurnalisme ini, perhatiannya sangat minim sekali. Jangankan jurnalisme online, yang merupakan media baru yang berkembang di masyarakat, jurnalisme konvensional yang lebih dulu ada saja, keberadaannya kurang sekali mendapat perhatian dari pemerintah.

Adanya jurnalisme konvensional ini, sangat membantu masyarakat / publik dalam memenuhi kebutuhannya dalam mendapatkan informasi, terutama bagi masyarakat yang tidak begitu bisa menggunakan media internet ( jurnalisme online ) tersebut. Walaupun publik merupakan pemirsa / penonton yang pasif dalam mendapatkan informasi, karena hanya bersifat satu arah saja tidak seperti pada jurnalisme online, namun jurnalisme konvensional selalu berusaha menyuguhkan berita atau informasi penting bagi masyarakat yang penyampainnya juga faktual serta menurut kaidah-kaidah jurnalisme.

Kemunculan atau keberadaan jurnalisme online, menurut saya keudukannya juga tidak dapat menggeser jurnalisme konvensional. Justru dengan adanaya kedua jenis jurnalisme tersebut, dapat menambah keberagaman serta wawasan dalam dunia jurnalisme serta saling melengkapi antar keduanya.

KESIMPULAN DAN SARAN

Jurnalisme online dan jurnalisme konvensional memang merupakan jurnalisme yang mempunyai perbedaan yang sangat mendasar, baik dari media yang digunakan, pelaku atau pekerja didalamnya, hingga penyusunan serta penampilan pesannya yang juga berbeda, namun keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Keberadannya tidak bisa dikatakan sebagai media yang berlawanan atau saling berkompetisi, namun juga sebagai media yang dapat saling melengkapi dalam kegiatan jurnalistik atau dalam dunia jurnalisme.

Kehadiran kedua jenis jurnalisme tersebut pada intinya memiliki tujuan yang sama, yakni berusaha untuk memenuhi kebutuhan atau menyajikan informasi atau berita yang penting bagi masrayakat atau khalayak luas. Namun cara, sistem yang digunakan adalah berbeda, serta penyajiannya, menjadikan kedua jurnalisme tersebut terlihat sebagai sebuah jurnalisme atau media jurnalisme yang saling berkompetisi atau bersaing. Sebagai pengonsumsi media / berita sebaiknya dapat memilih saluran yang benar-benar dianggap efektif serta dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi masing-masing individu tersebut.

Saran yang bisa saya ungkapkan, sebaiknya para pelaku / pekerja media dalam kedua jurnalisme tersebut lebih memperhatikan dampak-dampak yang akan terjadi serta baik buruknya jika mereka menampilkan atau menyajikan sebuah berita atau informasi kepada khalayak luas, serta peran pemerintah dalam menanggapi keberadaan media jurnalisme di Indonesia, agar lebih diperhatikan lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Materi perkuliahan
http://www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=1903
http://www.opensubscriber.com/message/dpr-indonesia@yahoogroups.com/8130876.html.

DAFTAR NAMA HOTEL / PENGINAPAN


Alam Indah Hotel
SEMARANG -Jln. Setiabudi 12-14, Semarang
+62-24-7471911, 7472632

Amanda Cottage
SEMARANG -Bandungan, Ambarawa
+62-298-711245, 711145

Arjuna Losmen
SEMARANG -Jln. Iman Bonjol 51
+62-24-544186

Bali Hotel
SEMARANG -Jln. Imam Bonjol 144, Semarang
+62-24-3511761 / +62-24-3515232

Blambang Hotel
SEMARANG -Jln. Pemuda 23
+62-24-541649

Bojong Hotel
SEMARANG -Jln. Pemuda 8
+62-24-546240

Bukit Asri Hotel
SEMARANG -Jln. Setiabudi 5A, Semarang
+62-24-7475743, 7472715

Bukit Permai Hotel
SEMARANG -Jln. Setiabudi 34, Semarang
+62-24-7472704 / +62-24-7478875

Candi Baru Hotel
SEMARANG -Jln. Rinjani 21, Semarang
+62-24-8315272 / +62-24-8314738

Candi Indah Hotel
SEMARANG -Jln. Dr. Wahidin 112, Semarang
+62-24-8312912 / +62-24-8312515

Ciputra Hotel
SEMARANG -Jln. Simpang Lima
+62-24-8449888 / +62-24-8447888
mailsmg@hotelciputra.com
http://www.hotelciputra.com

dagang Hotel
SEMARANG -Jln. Suroyudan 46
+62-24-3585683

Dirgantara Hotel
SEMARANG -Jln. Siliwangi 506
+62-24-604421

Djelita Hotel
SEMARANG -Jln. MT. Haryono 32-36, Semarang
+62-24-543891

Elizabeth Hotel
SEMARANG -Jln. Sultan Agung 1, Semarang
+62-24-543891

Gana Raya Hotel
SEMARANG -Jln. Plampitan 37-39, Semarang
+62-24-3547634, 3559901

Graha Santika Hotel
SEMARANG -Jln. Pandanaran 116-120, Semarang
+62-24-8413115 / +62-24- 8413113, 8411731
semarang@santika.com
http://www.santika.com

Grand Candi Hotel
SEMARANG -Jln. Sisingamangaraja 16, Semarang
+62-24-8416222 / +62-24-8414511
gchotel@indosat.net.id

Grasia Hotel
SEMARANG -Jln. S. Parman 29, Semarang
+62-24-8444777 / +62-24-8317288
grasia@indosat.net.id
http://www.hotelgrasia.com

Hanoman INN
SEMARANG -Jln. Hanoman Raya 31, Semarang
+62-24-600444

Horison Hotel
SEMARANG -Jln. K.H. Ahmad Dahlan, Semarang
+62-24-8418118 / +62-24-8415099

Inna Dibya Puri Hotel
SEMARANG -Jln. Pemuda 11, Semarang 50139
+62-24-3547821 / +62-24-3511738

Metro Grand Park Hotel
SEMARANG -Jln. H. Agus Salim 2-4
+62-24-3547371
metrohtl@indo.net.id

Muria Hotel
SEMARANG -Jln. Dr. Cipto 73, Semarang
+62-24-5315622 / +62-24-3515843

Nugraha Wisata Hotel
SEMARANG -Bandungan, Ambarawa
+62-298-711501, 711499

Nyata Plaza Hotel
SEMARANG -Jln. Setiabudi 16, Semarang
+62-24-7474225 / +62-24-7474225

Patra Jasa Hotel
SEMARANG -Jln. Sisingamaraja
+62-24-8314441 / +62-24-8314448
hotelpatra@semarang.com

Permata Hijau Hotel
SEMARANG -Jln. Dr. Wahidin 64, Semarang
+62-24-8412735, 8315671

Plaza Hotel
SEMARANG -Jln. Setiabudi 101-103, Semarang
+62-24-7473188 / +62-24-7473215

Puri Garden Hotel
SEMARANG -Jln. Arteri P. Anjasmoro, Semarang
+62-24-7606606 / +62-24-7606780

Quirin Hotel
SEMARANG -Jln. Gajah Mada 44, Semarang
+62-24-3547063 / +62-24-3547341

Rinjani Palace Hotel
SEMARANG -Jln. Rinjani 16A, Semarang
+62-24-8443232 / +62-24-8443524
rinjani@mail.com

Santika Hotel
SEMARANG -Jln. A. Yani 180, Semarang
+62-24-8412491 / +62-24-8414083
hsantika@idola.net.id

Siliwangi Hotel
SEMARANG -Jln. Sugiopranoto 61, Semarang
+62-24-3542636 / +62-24-3552958

Srondol Indah Hotel
SEMARANG -Jln. Setiabudi 211, Semarang
+62-24-7472227, 7473399 / +62-24-7474925

Telomoyo Hotel
SEMARANG -Jln. Gajah Mada 138, Semarang
+62-24-3545436 / +62-24-3547037

Ungaran Cantik Hotel
SEMARANG -Jln. Diponegoro, Semarang
+62-24-6921400. 6921334

Wisma Sakinah
SEMARANG -Jl. Kumudasmoro Barat No. 24, Semarang 50148
(024)7623460/(024)7623460
marketing@wisma-sakinah.com
http://www.wisma-sakinah.com

Tuesday, 20 January 2009

WISATA KULINER JATENG - YOGYA



By aaqq on januari 13th, 2009Tujuan utama saya menulis tempat kuliner ini adalah agar bagi pembaca lebih tahu dan tak perlu bingung bila ingin mencicipi masakan di kota jateng dan DIY. Saya menyebutnya wisata kuliner. saat itu, saya bayangkannya diri ini sebagai bondan winarno (host acara bango cita rasa nusantara yang disiarkan di trans tv, yang juga pengasuh rubrik jalan sutra di kompas.com) yang mengelilingi beberapa tempat makan di indonesia. *sumpah…i envy you.. mas bondan.. udah keliling nusantara, gratis jalan-jalan dan makan.. serta dibayar pula… hiks.. what a job* . tapi, alih-alih menjadi bondan.. melihat porsi makan dan postur tubuh, teman-teman malah mengatakan saya sebagai benu buloe (host acara yang juga tester makanan di jelang siang trans tv). hua ha ha.. maap.. mas benu… i’m not worthy kok dibanding sampeyan..
nasi ayam simpang lima – semarang
ini salah satu makanan khas yang wajib dicicipi jika kita berkesempatan mengunjungi semarang. nasi bersantan yang rasanya gurih (seperti nasi uduk) ditambah dengan opor ayam suwir, kerecek, serta telur pindang. selain itu kita bisa menambahkan beberapa tusuk sate yang berisi telur puyuh, hati, jeroan dan bahkan jengger kepala ayam. rasa yang enak, harganya yang tidak terlalu mahal, dan porsinya yang ‘cukup’ untuk orang kebanyakan (buat saya.. kurang.. he he he) membuat nasi ayam ini sangat diminati.pertama kali tiba di semarang pukul 3 subuh, saya langsung minta untuk dibawa ke tempat ini. ternyata, pengunjungnya masih ramai sekali. dibuka pukul 9 malam dan dua orang ibu itu melayani pengunjung hingga subuh atau ketika makanan tersebut habis. saat itu malam menjelang libur dan beberapa pengunjungnya tampak baru keluar dari diskotik atau tempat2 dugem di semarang. tempat ini pun menjadi penutup wisata saya, sebelum bertolak ke jakarta.
soto ayam bokoran – semarang
terletak di jalan plampitan, salah satu pojokan kota tua di semarang, warung soto ini kami kunjungi di pagi hari. ternyata kami harus mengantri sebelum bisa mencicipi soto ini. pengunjung yang membludak, membuat saya terheran-heran. padahal, restoran ini sangat kecil dan pengap. namun, para pengunjung rela berdesakan dan menunggu yang lain selesai makan. soto ayam ini, disajikan dalam mangkok yang tidak terlampau besar, dengan kuahnya yang berwarna kuning kecoklatan dan diisi dengan soun dan ayam suwir, serta nasi putih tentunya. saya akui bahwa wanginya cukup menggugah selera makan. padahal perut saya baru saja diisi dengan nasi ayam di subuh tadi. selain soto ayam, terdapat juga beberapa makanan pendamping, antara lain tempe goreng, perkedel, telur kecap, dan sate kerang.
sgpc – undip semarang
sgpc alias sego pecel merupakan makanan wajib para mahasiswa/i di sana, juga di beberapa tempat di pulau jawa ini. kami memilih di salah satu warung kecil yang berdekatan dengan simpang lima, tepatnya di jalan singosari. harganya yang relatif murah dengan porsi yang amat sangat cukup, membuat warung ini dikunjungi banyak pengunjung, terutama mahasiswa. seperti halnya warung makan lain, sgpc juga memiliki makanan pendamping yang tak kalah lezatnya, seperti tempe goreng, tempe kemul, telor mata sapi, telor dadar dan gorengan lainnya. sungguh, suatu makan siang yang murah dan sangat mengenyangkan.
tahu baxo – ungaran
memang seperti itu cara penulisannya. tahu baxo. saya sendiri terpingkal-pingkal membacanya, ketika dibawa ke toko tahu baxo. letaknya di jalan kutilang raya di pelosok ungaran, dengan melewati beberapa sawah di kanan kiri jalannya. warung tahu baxo itu sendiri sudah cukup modern, seperti halnya toko di kota. kami membeli satu kotak berisi sepuluh tahu. cukup mengantri juga, karena walaupun tokonya jauh, pengunjungnya cukup ramai juga.sesuai namanya, makanan ini merupakan penganan yang berbahan dasar tahu dan berisikan baso daging sapi di dalamnya. gigitan pertama, saya sudah terkesan dengan rasa bumbunya. sedikit basah, namun rasa bawang putih dan bumbu khas mereka langsung terasa di lidah. sedikit menyengat memang, apalagi buat anda yang tidak menyukai aroma bawang putih. namun jangan khawatir, tak lama rasa tawar tahunya akan membuat sensasi tersendiri. ketika gigitan anda mencapai baso sapinya, hal itu akan menjadi puncak dari ritual makan tahu baxo ini. rasa daging sapinya sangat terasa dan membuat kita tak sabar untuk mencoba gigitan berikutnya. makanan ringan namun sedikit berat ini, sangat cocok disantap sore hari atau pagi hari sebagai peneman minum teh dan kopi.
kampung kopi banaran – ungaran
menuju solo, kami memutuskan singgah dulu di kampung kopi banaran ini. terletak di pinggir jalan selepas kota ungaran, kafe ini dikelola oleh pt perkebunan nusantara. tak hanya kopi, mereka juga memiliki menu masakan berat lainnya seperti nasi goreng. namun kopi tetap menjadi menu special mereka. dengan kebun kopi seluas ratusan hektar disekitar kafe ini, mereka tak usah repot-repot mencari kopi untuk kebutuhan itu. saya memesan kopi tubruknya, sekedar melepas rasa kantuk. cukup kuat dan nikmat juga rasa kopinya. namun , pelayanan yang seadanya, membuat rasa kopi ini tak cukup kuat untuk direkomendasikan.
sate kambing tambak segaran – solo
salah satu warung sate terkenal di solo ini berdiri sejak tahun 1948, sebagaimana tertera di plang nama toko yang tidak terlalu besar. 4 meja di dalam warung itu cukup membuat sempit warung sate tersebut. namun, beruntung pengunjung yang datang tidak terlalu banyak sehingga kami tidak harus menunggu lama hingga pesanan itu datang.menu yang mereka tawarkan antara lain sate buntel, sate kikil, dan sate daging. ada juga beberapa menu lainnya seperti tongseng dan gulai. kami memesan salah satu varian gulai yaitu gulai sumsum. yummyy…banged. untuk minuman, selain es jeruk dan es teh, mereka juga menyediakan minuman yang telah lama ada sejak warung tersebut buka, yaitu es kencur dan es gula asam. disebut sate buntel, karena satenya merupakan kumpulan daging yang dicincang halus dan ditambah beberapa bumbu lalu dibungkus dengan lemak kambing dibentuk seperti buntelan. rasanya? jangan ditanya.. enak sekali pemirsa!!@#@saya pun ternyata baru mengetahui dari website jalan sutranya pak bondan, bahwa kecapnya dibuat sendiri oleh mereka dan dibuat agak cair. hal ini menjadikan rasa kecapnya sangat khas dan memang ‘home made’ sekali. ditambah dengan acar bawang merah, ketimun dan wortel membuatnya menjadi pelengkap yang sempurna bagi sate buntel kami.
restoran moro lejar – kaliurang, yogyakarta
restoran yang berada di pinggir jalan kaliurang km 20 ini, memiliki beberapa cerita unik, selain karena masakannya yang memang terkenal enak. memasuki ruangannya depan yang berdinding beton, kita langsung dipersilahkan menuju ke halaman belakang yang ternyata sangat luaaas sekali. terdapat beberapa saung bambu yang mengingatkan saya beberapa restoran sunda di daerah jawa barat. suara gemericik air dan kolam ikan yang dipenuhi beratus ikan-ikan air tawar membuat suasananya semakin membuat tenang perasaan. katanya, sang pemilik mendapat permintaan khusus dari seorang pengunjung setianya yang memintanya untuk tidak merubah arsitektur dan merubah bahan/konstruksi bangunannya. dan itu dipenuhinya, sehingga bambu tetap menjadi bahan utama saung di restoran ini.restoran ini mengkhususkan diri pada menu ikan air tawar, seperti gurame, mas, wader dan nila. saat itu, kami kehabisan wader-nya yang sangat terkenal sehingga kami memesan ikan nila yang diolah menjadi mangut. rasanya? jangan ditanya.. hanya dalam hitungan menit.. semua ludes oleh kami berlima. selain itu, terdapat beberapa menu lain yang tak kalah menariknya, antara lain sayur lodeh lembayung, oseng-oseng lombok ijo.. dan satu makanan yang selalu membuat saya teringat akan jawa.. yaitu.. terancam. hmm.. muantap tenan..
restoran coffee eva – semarang
lokasi restoran ini sebenarnya berada diantara magelang dan semarang, tepatnya di daerah jambu. terletak pada sebuah tanjakan, tempat ini menjadi pemberhentian yang strategis bagi para pengemudi, terutama motor. saya tiba sore hari dan langsung disuguhi tahu rebus sambal kecapnya yang sangat terkenal itu. seperti halnya kafe banaran di ungaran, restoran ini pun terletak ditengah perkebunan kopi, sehingga kopinya merupakan salah satu menu spesial yang wajib dicoba. tapi sayang, saya lupa mengatakan pada si pelayan untuk mengurangi gulanya. seperti halnya warung-warung kopi lain di jawa, kopi mereka pun akhirnya menjadi sangat maniiis sekali. bondan winarno mengatakan bahwa selain kopi, dalam hal ini sirup kopi (paduan antara arabika dan robusta), makanan lainyang wajib dicoba adalah gudeg manggar dan lontong rawon. dan saya tidak mencoba keduanya sama sekali. huu uuh. bodohnya.. saya.
nasi goreng babat dan es marem– semarang
nasi goreng babat memang sangat terkenal di semarang. selain babat gongso yang merupakan campuran babat dengan kecap dan bawang merah yang dimakan bersama nasi panas. salah satu warung nasi goreng babat yang terkenal ada di daerah depok dan juga di beberapa tempat di sekitar stadion. namun saat itu, kami sedang sial, nasi goreng babat langganan sahabat saya di daerah depok sedang tutup, sehingga akhirnya kami mencoba nasi goreng babat di daerah kranggan.nasi goreng babat, sesuai namanya memang berisikan babat. namun tak jarang, beberapa orang memesan jeroan lainnya seperti usus, paru dan lain sebagainya. hmm.. memang kolesterol tinggi sekali, namun orang sepertinya tidak peduli. penikmatnya tetap saja banyak. namun, jika anda tidak menyukai jeroan seperti itu, nasi goreng standar berisikan ayam pun bisa disediakan.untuk penutup, kami memesan es marem yang terletak di sebelah warung nasi goreng itu. es marem merupakan es campur dengan ciri khas tambahan berupa tape kering yang membuat rasanya unik dan yang pasti… hmmm… semakin nikmat.
Categories: Food, Indonesia